Dari sekian banyak jenis diet yang pernah saya coba, hanya satu diet yang berhasil saya lakukan yaitu diet kantong plastik.

Saya mulai diet ini sejak beberapa tahun yang lalu. Setiap hari saya membawa 3-5 kantong kain di dalam tas untuk mengantisipasi jika tiba-tiba saya harus belanja. Kantong-kantong ini bisa dilipat hingga berukuran kecil, sehingga tidak membuat tas saya tampak penuh. Tas-tas ini saya dapat dengan cara membeli dan juga hadiah/oleh-oleh. 

Tas lipat pertama saya berwarna pink sebagai hadiah ulang tahun diawal tahun 2000-an. Inilah pertama kalinya saya mulai terpapar dengan diet kantong plastik walaupun belum selalu menggunakannya. Sekitar tahun 2006, saya mendapat sebuah lagi tas lipat berwarna coklat tua dengan motif batik sebagai oleh-oleh dari Ketty ketika ke Malaysia. Tapi waktu itu belum getol sekali dengan diet kantong plastik. Kadang masih lupa kalau punya tas lipat di dalam tas.

Tapi dengan berjalannya waktu, saya mulai terbiasa untuk bilang, “gak usah pake kantong plastik, pake ini saja” sambil menyodorkan kantong-kantong lipat saya sebelum mbak-mbak di kasir pegang kantong plastik. Biasanya saya ditanggapi dengan muka yang bingung. Itu tidak hanya terjadi kalau belanja di supermarket, jika saya belanja pakaian, kosmetik dll, saya juga menggunakan kantong-kantong saya itu. 

Sebenarnya diet kantong plastik bukan sesuatu yang asing lagi, karena kalo belanja bulanan biasanya di Makro, yang tidak menyediakan kantong plastik, kami sekeluarga selalu sedia dengan tas belanja berukuran besar atau kardus. Tas belanja yang kami gunakan biasanya berasal dari tas-tas yang didapat waktu acara simposium. 

Melakukan diet kantong plastik di Indonesia susah-susah gampang. Tapi akhir-akhir ini sudah lebih mudah karena sudah lebih banyak promosi tentang diet kantong plastik. Trik belanja dengan menerapkan diet kantong plastik adalah dengan memberitahu kalau kita tidak mau pakai kantong plastik dan bawa kantong sendiri ketika kasir mulai menghitung barang belanjaan kita dan memberikan kantong kita kepada mbak-mbak/mas-mas kasirnya. Hal yang terpenting adalah konsisten dalam mengerjakannya, seperti halnya diet-diet yang lain 🙂


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *