Jika mengingat masakan ini, langsung terbayang rasanya di lidah. Jika mengingat masakan ini, langsung terbayang saya dan tetangga berkunjung ke rumah Bu’ De. Ya…masakan ini mengingatkan saya pada masa kecil. Bu’ De Saksono yang tinggal dekat rumah kami, kerap menyapa kami ketika kami bermain sepeda dan mengajak kami untuk mampir. 

Dulu Bu’ De pernah mengirimi kami masakan ini. Nikmatnya makanan ini tak pernah terlupakan sampai sekarang. Kami dulu menyebutnya ayam Bu’ De 🙂 Saking senangnya dengan masakan ini, mama sempat menanyakan resepnya sama Bu’ De. 

Akhir-akhir ini rasanya ingin sekali makan masakan ini, bahkan saya sudah bisa merasakan rasanya di lidah saya. Baru-baru ini, saya mencoba memasak ayam Bu’ De. Sekali coba langsung mantap walaupun rasanya ayam kiriman Bu’ De dulu lebih kuat terasinya. Hehehehehe…abis diresep yang ditulis mama hanya ada tulisan terasi tanpa ada takarannya. Pada percobaan kedua, rasanya sudah lebih pas 🙂 Paling nikmat dimakan hangat-hangat dengan nasi hangat. Uuuhhh…langsung berbunyi perutnya 😀

Untuk mengenang masa kecil saya dan Bu’ De Saksono, saya ingin berbagi resep ini. Sehingga ilmu & masakan Bu’ De bisa dinikmati lebih banyak orang. Aahhh…menulis ini membuat mata saya berkaca-kaca jadinya 🙂

Ingredients:

  • 1 ekor ayam dipotong 8
  • 5 buah cabe merah, iris
  • 5 siung bawang merah, iris
  • 3 siung bawang putih, iris
  • Terasi
  • 2 buah Jeruk nipis
  • Garam secukupnya

Directions:

  • Lumuri ayam dengan garam dan jeruk nipis, diamkan sebentar lalu digoreng.
  • Tumis bawang merah dan bawang putih yng sudah diiris hingga harum lalu tambahkan cabe dan garam.
  • Setelah setengah matang masukkan terasi dan masak hingga kering.
  • Ayam goreng diketok lalu tambahkan sambel dan diberi siraman jeruk nipis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *