Sepeda ini saya beli tahun lalu. Sekarang saya mau sedikit bercerita tentang sepeda saya. Seperti review tapi informal lah. Hanya berdasarkan pengalaman saya memakainya selama 3,5 bulan.

Sepeda ini saya beli setelah paginya Wira dan saya mencoba rute ke kantor Wira. Memang sudah agak lama kami ingin membeli sepeda tetapi masih banyak pertimbangan. Setelah mencoba rute, akhirnya kami putuskan untuk membeli sepeda. Awalnya kami mengincar seri Sierra keluaran Polygon, tetapi ternyata stoknya sedang kosong. Jadilah kami coba masuk ke toko sepeda United dan ternyata ada sebuah city bike yang eye catching banget. Warnanya hijau telor asin dan coklat. “Keren juga sepeda ini”, adalah hal pertama yang terlintas di otak saya. Langsung lah jatuh hati 🙂 

Spesifikasi sepeda ini:  
Frame : CTB 26 x 1-3/8″ ST 432 MM
Fork : CTB 26 x 1-3/8″ Butted Stem ST
BRK : Alloy V-Brake
Brk/LVR : Full Alloy lever 2 finger V-Brk 7 Speed
R/Derail : Shimano, RD-TX51
SFT/LVR R : Shimano, SL-RS43
Free wheel : Shimano, MF-TZ07

Pertama kali pakai sepeda ini keliling kompleks waktu Idul Adha . Speednya yang ada 7 membuat pergantian giginya sangat halus, sehingga ketika jalan menanjak tidak tiba-tiba berat atau tiba-tiba ringan. 

Sepeda ini sudah dilengkapi keranjang di depan, sehingga memudahkan untuk membawa barang-barang. Boncengan juga sudah terpasang. Begitu juga mud board, lampu, bel dan reflektor.

Satu kekurangannya buat saya adalah stang sepeda yang lurus seperti sepeda gunung. Dengan stang seperti ini menyebabkan tangan saya kesemutan jika penggunaannya lama. Untuk mengakali ini, Wira dan saya hunting stang sepeda ke pasar Jatinegara. Disana kami dapat stang sepeda yang lebih mirip dengan sepeda mini jaman dulu atau sepeda ontel. Setelah diganti dengan stang model ini, tangan saya jarang kesemutan.

Satu lagi masalahnya adalah sadel sepeda. Itu adalah masalah untuk semua sepeda yang saya pakai sejak ukuran badan membesar. Untuk mengakalinya, saya mengganti dengan sadel sepeda milik Yani (merk Selle Royal tipe Star). Sejak itu tidak pernah saya naik sepeda dengan pantat sakit walaupun jarak tempuh mencapai 49 km.

Sepeda ini benar-benar road bike sejati, sekalinya dibawa ke jalan tanah, harus jago-jago mengendarainya karena bannya gampang melejit ke kanan & kiri. Tapi bukan berarti tidak bisa berjalan di jalan tanah lho…

Kesimpulannya, saya cinta sepeda ini. Dan saya akan rekomendasikan ke orang yang mencari city bike. Jarak tempuh yang saya pakai bersama sepeda ini dalam waktu 3,5 bulan mencapai 200 km, belum termasuk ketika dipakai ni Shanty untuk mengantar Kaysan berenang.  Dengan setting-an yang pas dan cara mengendarai sepeda yang benar, sepeda ini mantap sekali.

One Comment

  1. Nuri

    Kak q bru beli sieera lite cream q bli untuk santai dan bkan olhrga ato biar beleringat,saya beli untuk bonceng anak sy skolah dkat rumah ato renang.orgtua saya ga suka liatnya krna saya bertubuh kecil mungil memakai speda cty bike yg mereka lihat ban nya besar.jd mereka agak kecewa sya veli speda itu.tp saya sukak posisi stang speerti mountainbike hee tdak speerti onthel kak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *