Lebaran hari kedua biasanya didedikasikan buat keluarga nenek Sabiha. Keluarga adik dan kakak nenek Sabiha kali ini berkumpul di rumah kami. Sebenarnya acara ini sudah direncanakan sejak 2 tahun lalu. Tapi karena tahun lalu sebagian besar penghuni rumah pulang kampung, maka acara dialihkan ke rumah yang lain. Dan tahun ini ditagih deh janjinya jadi host acara halal bihalal.

Acara keluarga yang ini biasanya sistim potluck sesuai keluarga. Jadi kita bagi-bagi makanannya. Gak kebayang kalo saya harus bikin semua sendiri, bisa-bisa 3 hari 3 malam gak tidur buat nyiapinnya. Di rumah kami sendiri, persiapannya dimulai 1 minggu sebelum lebaran dengan memborong isi Tip Top. Hahahahaha…soalnya sekalian belanja bulanan dan lain-lain. Mumpung ni Shanty ada di rumah. 

Sebagai host, kami diminta menyiapkan nasi, sayur dan salad buah. Proses pembuatan salad buah dimulai malam sebelum acara supaya buah tetap segar dan tidak keburu habis dimakan penghuni rumah. Salad buah ini menu favorit dan andalan di JB. Sedangkan sayur dibeli dipasar pagi harinya. Sesuai menu yang lain yaitu sup iga-nya om Usman, ayam goreng lado ijo-nya tek Evi, ikan bakar bumbu kuning-nya uni Lis, asam padeh ikan (mmmhhh…siapa yang bawa ya?), ikan asin & goreng kentang balado, maka sayur yang kami sediakan adalah uwo’ labu siam, timun & selada. Makanannya enak semua. Muantap…. Sampe lupa motret 🙂 Sedangkan kue dan penganan kecilnya tidak kalah enak dengan hidangan utama.

Acara halal bihalal kali ini sekalian acara edukasi tentang membuat acara yang ramah lingkungan. Kali ini kami menggunakan piring dan gelas kaca. Untuk anak-anak kami sediakan gelas plastik yang bisa dipakai berulang kali. Selain itu, kami sediakan stiker tom & jerry yang kecil & spidol untuk menamai gelas dan tutup gelas untuk mencegah lalat, nyamuk dan semut bergabung didalam gelas. Prinsipnya satu gelas satu orang, dipakai berulang sampai acara selesai. Sedangkan untuk piring & mangkuk bekas makan, kami sediakan kontainer untuk meletakkan piring serta baskom untuk tempat sampah sisa makanan. Jadi diharapkan para tamu membersihkan piringnya sebelum ditumpuk.

Ketika piring & sendok habis, maka semua tim turun tangan untuk mencuci piring. Karena semua dikerjakan bersama, sebentar saja piring-piring sudah tersedia lagi. Untung mama punya stok piring cukup banyak 🙂 kalo gak bisa-bisa kami stuk di dapur 🙂 Oh ya…kali ini kami asisten-less a.k.a. gak ada asisten rumah tangga. Semua turun tangan, yang laki-laki bagian angkat-angkat, sedangkan yang perempuan urusan nyiapin peralatan makan dan makanannya.

Acara ditutup dengan foto-foto bersama. Sayangnya karena terlalu heboh dan lupa kasih instruksi ke Wira buat foto-foto, jadi banyak yang lupa difoto deh terutama makanannya 🙂

Ternyata jika dilakukan dengan bersama-sama, semua bisa selesai dan beres dalam waktu singkat walaupun tanpa barang-barang sekali pakai seperti air mineral kemasan dan piring kertas. Sampah sisa makanan pun hanya satu kantong besar. Rekor nih…walau ada juga kecolongan beberapa gelas sekali pakai yang ada disamping dispenser aqua terpakai oleh tamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *