Picture

@ La Gruyère. Picture taken by Kerlijn Van Assche

Seminggu setelah jalan-jalan ke Lutry, beberapa dari rombongan mengajak untuk mengunjungi Jaun dan Gruyère. Dua buah kota kecil diatas pegunungan dengan pemandangan yang menakjubkan. Rombongan yang berangkat kali ini ada 15 orang menggunakan 3 buah mobil. Di mobil yang saya tumpangi ada saya, Wira, Kerlijn, Tatiana, Elsa, dan Dinesh. Yupp…6 orang di mobil kami. Agak nekat memang tapi ini hasil rembukan selama beberapa waktu. Sebagai catatan, isi mobil di negara eropa tergantung dengan sabuk pengaman yang tersedia. Jadi, bila hanya ada 2 sabuk pengaman di kursi belakang maka isi mobil cuma bisa 4 orang saja. Sepanjang perjalanan kami berdoa semoga tidak kena tilang, soalnya kalo kena tilang biaya yang dihabiskan bisa mencapai 200 CHF. Wah…bisa bangkrut nih kami. Alhamdulillah perjalanan aman tentram dan kembali ke Jenewa dengan selamat. Mobil kami adalah mobil sewaan dan Kerlijn yang menyetir.

Selain Tatiana, kami janjian untuk ketemuan di bandara jam setengah 9 pagi, karena kami menyewa mobil dari bandara. Harga mobil sewaan 150 CHF untuk satu hari. Kami hanya perlu untuk mengisi penuh bensin ketika mengembalikan mobil. Selain itu ada asuransi untuk pengendara, jadi kalo terjadi apa-apa, bisa ditutup oleh asuransi. Dan untuk pengendara dibawah 29 tahun ada biaya sebesar 10 CHF untuk young driver. Hahahahaha…ini mungkin karena kalo pengendara yang masih muda lebih reckless. Sementara Tatiana rencananya menginap sejak sehari sebelumnya di Gruyère. Tetapi karena teman semobilnya harus masuk kerja hari minggu, dia kembali ke Jenewa. Padahal Tatiana yang merencanakan tempat-tempat yang akan dikunjungi di kedua tempat tersebut. Setelah berdiskusi didalam mobil, akhirnya kami putuskan Tatiana untuk kami masukkan kedalam mobil kami. Sebelumnya Elsa sempat berbesar hati untuk mengundurkan diri supaya Tatiana bisa ikut. Well…akhirnya kami pergi berenam. Untungnya semua penumpang cukup berbesar hati untuk berdesak-desakan selama 4 jam perjalanan pulang pergi.

Kami berangkat jam 9 pagi dan menjemput Tatiana ditempat tinggalnya yang jauh buanget untuk ukuran Swiss. Kami janjian dengan rombongan yang lain di Jaun. Sebelum sampai di Jaun, kami sempat berhenti sebentar untuk foto-foto pemandangan. Langsung saja ke narsisan kami muncul. Mulai deh kami foto-foto dengan gaya berloncatan. Pemandangannya indah banget, seperti di Swiss :). Sayangnya hari ini awan berat menggayuti langit biru dan udara cukup dingin.

Setelah berjalan lagi sekitar 40 menit, kami sampai di Jaun. Rombongan lain sudah menunggu di restoran. Disini kami berencana untuk melihat air terjun. Bayangan beberapa orang kami harus tracking lagi beberapa jauh untuk mencapai air terjun, tetapi ternyata air terjunnya bisa dilihat dari jalanan dan cukup berjalan selama 5 menit untuk mencapainya. Sebenarnya kota ini juga menarik untuk dikelilingi, tapi hujan turun saat kami akan jalan-jalan, sehingga 2 mobil yang lain memutuskan untuk langsung menuju Gruyère setelah berjalan-jalan sebentar. Sementara rombongan kami karena sudah tanggung sampai disitu, ingin turun dulu ke air terjun. Selain air terjun kami juga sempat melihat gereja tua yang ada disitu dan melihat gereja baru dari kejauhan. Buat saya dan Wira kesan pertama ketika berada di kota ini adalah seperti berada di kampung sendiri. Rumah-rumah dari kayu lengkap dengan ukirannya membuat kami seakan berada di kampung-kampung di Sumatera Barat. 

Tidak lama kami berkeliling di Jaun dan langsung menuju ke Gruyère. Sebenarnya jika memang siap mental dan fisik, ke Gruyère bisa lewat jalur tracking dan menghabiskan waktu sekitar 2 jam (buat yang udah biasa tracking kali ya). Tapi hari hujan dan rasa pegal sisa minggu lalu membuat kami memutuskan untuk ke Gruyère menggunakan mobil. Ditengah jalan kami melihat sebuah danau hijau kebiruan dengan jembatan gantung, dan kami putuskan untuk putar balik sebentar untuk melihat jembatan gantung. Ternyata Tatiana belum pernah lihat jembatan gantung sebelumnya. Seru juga sih melihat danau dengan jembatan ini. Bahkan kami sempat berfoto dengan beberapa gaya di atas jembatan. Setelah cukup puas kami kembali ke mobil dan langsung menuju Gruyére. 

Di La Gruyère kami berencana untuk melihat pabrik & museum keju dan desa Gruyère itu sendiri serta makan fondue. La Gruyère memang terkenal dengan produksi keju untuk fondue.

Kami mencapai pabrik & museum keju dengan mengikuti petunjuk jalan. Jadi percaya aja sama supir dan navigator. Sesampai disana, kami langsung mengambil tiket yang sudah dipesankan oleh rombongan sebelumnya karena jika kita datang dalam group minimal 15 orang, harga tiket hanya setengah harga yakni 5 CHF. Selain mendapat tiket, kami juga mendapat contoh keju produksi pabrik ini. Potongan keju yang kami dapat terdiri dari 3 waktu penyimpanan, 5 bulan, 8 bulan dan 10 bulan. Semakin lama, semakin asin rasa kejunya karena keju diawetkan dengan garam setiap beberapa waktu. Disediakan audio guide yang akan memberitahu kami banyak hal dari awal masuk hingga akhir tur ini. Dibeberapa titik juga tersedia TV dengan film yang sudah disesuaikan dengan audio guide, terutama pada bagian proses pembuatan keju. Jika berkesempatan untuk datang ke daerah ini, mengunjungi pabrik & museum keju ini bisa menjadi pilihan yang menarik, terutama buat anak-anak. Untuk oleh-oleh bisa mampir di souvenir shop-nya. Sayang tidak ada pin disini. Jika lapar, ada kantin disini.

Dari pabrik & museum keju, perjalanan dilanjutkan ke desa Gruyère. Desa ini sudah menjadi salah satu obyek wisata. Berada diatas sebuah bukit dan hanya bisa dikunjungi dengan berjalan kaki atau menggunakan trackless train. Untuk kendaraan disediakan tempat parkir cukup banyak. Dari tempat parkir, kami harus naik ke puncak bukit untuk mencapai desa. Begitu masuk, tampak suasana desa dengan bangunan jaman abad pertengahan. Bangunan-bangunan ini rata-rata digunakan sebagai hotel, restoran atau toko souvenir. Rasanya saya ingin memotret semua bangunan yang ada. Selain itu ada juga sebuah kastil. Setelah berjalan-jalan dan membeli souvenir seluruh rombongan janjian untuk ketemuan disalah satu restoran untuk menikmati fondue khas Swiss tentunya dengan keju Gruyère. Untuk fondue kami menghabiskan 24 CHF/orang. Rasanya memang nikmat sekali. Berbeda dengan yang pernah saya coba di Bain de Paquis.

Selesai makan fondue kami melanjutkan perjalanan kembali ke Jenewa. Perjalanan kali ini memberi cukup banyak ilmu dan tentunya menyenangkan sekali. 

Catatan: 
Beberapa foto saya diambil oleh Wira, sedangkan foto kami berdua diambil oleh Kerlijn atau dengan tripod. 
Biaya untuk transportasi yang kami keluarkan untuk jalan-jalan ini adalah 30 CHF/orang (karena dibagi 6).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *