Pertama kali pergi main ski waktu ikut pertukaran pelajar tahun 1993-1994. Ya…18 tahun yang lalu. Waktu itu diajak oleh host sister & host brother. Bukan pengalaman yang menyenangkan karena langsung main dari atas gunung padahal berdiri diatas ski aja gak bisa. Walhasil setelah jatuh bangun berkali-kali, saya putuskan untuk turun jalan kaki sambil menjinjing peralatan ski turun. Keesokan harinya, badan saya pegal-pegal dan lebam-lebam.
Begitu saya diajak sama Wira untuk main ski bersama para intern di UN akhir Januari yang lalu, saya agak setengah hati karena membayangkan pengalaman pertama dulu. Akhirnya saya tetap pergi dengan bayangan, kalau tidak main ski, saya akan hunting foto saja. Menurut rencana, kami akan pergi main cross country skiing, bukan downhill skiing seperti yang pertama kali saya coba. Tapi karena kesalahan informasi tentang lokasi ski, kami sampai disalah satu tempat down hill skiing. Terpaksa telpon-telponan dulu sama rombongan yang lain. Akhirnya kami dijemput dan pindah lokasi ke tempat cross country skiing. Di Mount Jura ada beberapa lokasi bermain ski. Baik untuk downhill skiing, cross country skiing maupun raquettes/snow shoeing. Cuaca hari itu sebenarnya kurang bersahabat karena hujan ringan turun hampir sepanjang hari.

Menurut Wira, cross country skiing lebih gampang daripada downhill skiing. Dia sudah pernah mencoba waktu berkunjung ke Vermont 16 tahun yang lalu. Akhirnya saya putuskan untuk mencoba. Peralatan ski bisa disewa ditempat seharga € 10 sudah termasuk sepatu, ski, dan ski pole. Biaya untuk masuk tempat ski € 8/orang untuk seharian. Sepatu untuk cross country skiing lebih flexible

Dengan perasaan gamang saat pertama kali meluncur, saya berhasil untuk mengatasi rasa takut jatuh. Kali ini kami mencoba jalur untuk pemula sepanjang 4 km. Menurut penjaga tiket, untuk jalur pemula ini biasanya diperlukan waktu setengah jam untuk satu putaran. Tapi saya menghabiskan waktu lebih dari sejam tentunya plus jatuh bangun dan foto-foto.

Ternyata ski jenis ini memang lebih menyenangkan dan bisa ditoleransi oleh saya. Tapi tetap saja keesokan harinya badan saya tetap pegal-pegal terutama lengan. Paling tidak, pengalaman ski yang kedua lebih menyenangkan dibandingkan yang pertama :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *