Banyak orang yang bercerita tentang cantiknya kota ini. Akhirnya saya dan suami mendapat kesempatan juga untuk berkunjung ke kota ini. Praha, ibukota Republik Czech dan kota terbesar di negara itu. 

Perjalanan kali ini dimulai dari Berlin, Jerman. Kami menggunakan bis Euroline dari Berlin. Karena perjalanan sudah direncanakan beberapa bulan sebelumnya, kami bisa mendapat harga tiket bis yang cukup murah. Hanya € 35/orang untuk perjalanan pulang pergi Berlin-Praha. Perjalanan dari Berlin menuju Praha menggunakan bis menghabiskan waktu sekitar 4,5 jam. 

Setelah bertanya pada teman yang pernah tinggal di Praha, kami memutuskan untuk menginap disalah satu hotel yang ada ditengah kota. Hotel yang kami tempati bukan hotel berbintang 5 tetapi cukup nyaman untuk tidur, dengan kamar mandi yang bersih. Harganya pun sesuai dengan kami, € 33/malam termasuk sarapan pagi untuk 2 orang. Hotel ini dapat dicapai dalam 10 menit berjalan kaki dari stasiun I.P Pavlova.

Kami berangkat jam 3 sore dari Berlin ZOB dan sampai di teminal bis Praha (Florenc) sekitar jam 7.30 malam. Karena sampai di Praha sudah malam, kami putuskan untuk makan malam disalah satu restoran cepat saji yang ada di terminal bis. Sambil makan, kami mencari tahu cara mencapai hotel dan menggunakan sistem transportasi di Praha. Setelah kenyang, kami putuskan untuk menuju hotel. Dari terminal bis, kami harus naik metro (kereta) sekitar 3 stasiun dan berjalan kaki menuju hotel. Ketika sampai di hotel jam sudah menunjukkan pukul 9 malam dan diputuskan untuk beristirahat saja di hotel.

Keesokan harinya kami mulai melakukan aktivitas sekitar pukul 10. Setelah sarapan di hotel, kami berjalan kaki menuju stasiun metro I.P. Pavlova Tujuan kami kali ini adalah Pražský hrad (Istana Praha). Istana bisa dicapai dengan menggunakan transportasi umum. Kali ini kami putuskan untuk naik tram sampai stasiun Malostranská dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju kompleks istana.

Istananya terletak diatas bukit, sehingga harus menaiki banyak anak tangga yang terbuat dari batu. Disisi kanan jalan terdapat tembok yang tinggi sedangkan sisi kiri jalan terdapat rumah-rumah tua dan terkadang ada bagian dimana kita bisa melihat pemandangan kota Praha yang cantik. Diujung anak tangga ada sebuah lapangan dimana kita bisa melihat dan memotret kota Praha. Setelah itu kita akan memasuki gerbang kompleks istana lengkap dengan para penjaganya. 

Ada beberapa gerbang untuk masuk ke dalam kompleks istana. Jika masuk dari tempat kami berjalan, setelah gerbang istana akan dijumpai Muzeum hraček (museum mainan). Karena waktu kunjungan yang cukup singkat dan banyak tempat yang ingin dilihat, kami putuskan untuk tidak masuk ke dalam museum ini. Kami hanya berfoto dan memotret dibagian luar museum ini. Jika kita berjalan lagi dari museum mainan, kita akan sampai di Nám. U Sv. Jiři (St. George Square). Disini kita bisa berfoto atau memotret bangunan-bangunan yang ada. Salah satu bangunan yang ada disekitar lapangan ini adalah Katedrála sv. Vita (St. Vitus Cathedral). Bangunan katedral yang besar, bagus dan tampak sangat tua. Cat emas dibeberapa bagian bangunan ini menambah cantiknya katedral ini. 

Setelah menghabiskan waktu sekitar 2 jam di kompleks istana, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke kota tua dengan berjalan kaki. Sepanjang perjalanan ke kota tua banyak sekali obyek foto. Rasanya tak lepas mata ini mengintip dari balik kamera. Kami juga tak lupa untuk mampir di toko souvenir untuk membeli beberapa pin untuk menambah koleksi saya dan kartu pos untuk dikirim ke Jakarta. 

Dari istana menuju kota tua kita harus menyeberangi sungai Vltava. Salah satu jembatan yang terkenal adalah Charles Bridge. Jembatan ini tidak bisa dilalui oleh kendaraan bermotor. Jembatan yang mulai dibangun pada tahun 1357 ini pada siang hari tampak seperti galeri massal. Banyak pedagang lukisan, foto, perhiasan, dan souvenir. Dapat dijumpai juga beberapa musisi di jembatan yang mempunyai panjang 516 m ini.

Kota tua/Staré Město terletak diujung Charles Bridge. Disini kita bisa melihat Astronomical Clock (jam astronomi). Jam ini dipasang tahun 1410 disisi selatan city hall Kota Tua. Merupakan jam astronomi tertua yang masih berfungsi. Disini kita juga bisa melihat Týn Church. Pada saat kami berkunjung, Old Town Square sedang dipenuhi oleh stan-stan dalam rangka winter market. Disini kita bisa jumpai salah satu makanan khas Czech yaitu Staročeské trdlo. Kami menghabiskan siang kami dengan berjalan-jalan dan memotret disekitar kota tua. Setelah matahari terbenam, kami segera bergegas kembali menuju ke Charles Bridge untuk memotret jembatan ini. Saat yang terbaik untuk memotret adalah sesaat setelah matahari terbenam sehingga langit masih cukup terang dan biru serta lampu-lampu sudah mulai menyala. 

Setelah puas memotret Charles Bridge, kami kembali berjalan kearah kota tua dan berkeliling di winter market. Lalu dilanjutkan berjalan kaki ke Wenceslas Square. Sebenarnya kami mencari tempat untuk makan malam. Suhu dingin dan angin yang cukup kencang memutuskan kami untuk masuk kesalah satu cafe yang ada di Wenceslas SquareCafe yang kami pilih adalah Cafe Tramvaj. Cafe yang terdiri dari 2 buah tram dan berada ditengah-tengah jalan membuat kita seakan-akan berada di tram yang sedang berjalan. Satu kekurangan tram ini, tidak ada pemanas. Sehingga maksud hati mau menghangatkan badan, yang ada kami tetap kedinginan. Disini kami memesan coklat hangat, cappuccino dan kue coklat dengan es krim dan krim. Cafe ini salah satu yang direkomendasikan di Lonely Planet untuk brunch dan siang hari biasanya ramai sekali.

Sekitar jam 8 malam kami putuskan untuk kembali ke hotel (berjalan kaki) dan mampir membeli makan malam disalah satu restoran cepat saji. Dan menghabiskan sisa malam di hotel. 

Hari berikutnya kami check-out dari hotel sekitar jam 10 lewat setelah sarapan. Karena akan kembali ke Berlin dengan bis malam hari, kami putuskan untuk menitipkan barang bawaan di terminal bis dan kemudian melanjutkan keliling kota Praha lagi. Tujuan pertama setelah menitipkan barang adalah kantor pos, karena kami akan mengirimkan kartu pos untuk keponakan-keponakan di Jakarta. Sebelum ke kantor pos, kami mampir ke Jindřišská Tower (Bell Tower). Setelah itu kami berjalan kaki lagi menuju kota tua untuk melihat Prašná brána (Powder Gate) dan Obecní dům (Concert Hall & Art Gallery). 

Kami kembali berjalan ke kota tua dan Charles bridge setelah menyantap makan siang. Target kami kali ini adalah memotret diatas jembatan Charles Bridge setelah matahari terbenam. Setelah itu kami kembali ke terminal bis dan bersiap untuk kembali ke Berlin.

Memang kota ini indah seperti cerita orang-orang. Tak bosan rasanya untuk berkeliling di kota tua, karena banyak lorong-lorong yang memberikan pemandangan yang baru. Rasanya masih banyak yang ingin kami jelajahi. Mungkin ini pertanda bahwa kami akan kembali lagi kesini untuk menjelajahi sisi lain kota Praha 🙂

Catatan:

  • Hati-hati dengan barang bawaan karena banyak pencopet.
  • Cerita ini juga dipublikasikan di Hersmagz edisi #03/VIII

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *