Picture

Pemandangan dari balkon kamar kami

Sudah 2,5 bulan saya tinggal dikota ini, bahkan minggu depan sudah kembali ke Jakarta,  tetapi belum banyak yang saya tuliskan tentang kota ini. Kali ini saya akan menceritakan sedikit tentang lingkungan tempat tinggal kami.

Kami tinggal di sebuah apartemen. Begitulah sebutan yang biasa digunakan untuk tempat tinggal seperti kami ini. Sebenarnya tempat ini lebih mirip kos-kosan di Indonesia. Kenapa saya sebut kos-kosan? Karena yang disewakan hanya kamar dengan kamar mandi di dalam, tanpa dapur. Sehingga selama disini saya tidak bisa memasak, kecuali dengan alat-alat masak yang menggunakan listrik seperti pemanas air dan rice cooker. Ukuran kamar kami cukup besar, total dengan kamar mandi sekitar 6,5 m x 3,5 m. Dan kamar kami juga memiliki balkon yang menghadap timur, sehingga setiap pagi (bila tidak sedang hujan) kami bisa menikmati sunrise dan matahari pagi. 

Jika saya tidak bisa memasak, trus makannya gimana? Untuk makanan, kami beli yang sudah jadi. Disekitar tempat tinggal kami banyak yang menjual makanan siap santap karena memang daerah ini adalah daerah mahasiswa sehingga banyak kos-kosan dan dekat universitas Khon Kaen (KKU). Makanan yang dijual adalah makanan rumahan. Yang penting waktu membeli harus dipastikan tidak memakai babi, karena konsumsi daging babi disini sangat tinggi. Untuk barang kebutuhan sehari-hari bisa didapatkan di 7 eleven yang bertebaran dibanyak tempat. Didekat tinggal kami, sekitar 500 m dari apartemen, ada sebuah restoran muslim Khairothib (kira-kira begitu sebutannya). Selain itu ada juga tempat makan steamboat dan beberapa cafe. Tukang jajanan seperti jagung bakar, pisang bakar dll juga banyak.

Kami tinggal diwilayah yang disebut Gang Sadan (gak tau bener apa gak tulisannya, tapi begitu bunyinya). Kalau naik taksi, dibilang Gang Sadan, pasti supir taksinya ngerti, tapi kalau kami sebut nama jalan tempat tinggal kami, pasti pake acara nyasar dan salah belok. Jadilah disini kami belajar memberitahu arah seperti kanan dan kiri :). Kami juga belajar berhitung untuk membayar belanjaan.

Didekat tempat tinggal kami ada sebuah danau yang menjadi pusat aktifitas disore hari. Biasanya setiap sore (jika cuaca mendukung) ada senam aerobik. Banyak juga yang hanya duduk-duduk dan menikmati suasana sambil jajan cemilan atau buah. 

Untuk transportasi, ada songtaew #16 yang lewat sekitar tempat kami. Songtaew ini menuju kearah kampus, sehingga Wira bisa naik songtaew untuk mencapai KKU jika sedang hujan atau cuaca terlalu panas. Jika cuaca sedang bersahabat biasanya Wira akan pergi jalan kaki. Jarak dari tempat kami sampai ke fakultas kesehatan masyarakat (tempat Wira bertemu dengan pembimbing tesisnya) sekitar 1,5 km. Didalam KKU kita bisa juga menggunakan bis kampus yang gratis.

Notes:
Saya pakai kata ‘neighborhood’ karena lebih ringkas daripada ‘lingkungan tempat tinggal kami’ untuk sebuah judul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *