Picture

Setiap tahun di bulan Ramadhan biasanya saya selalu meluangkan waktu untuk bertemu dengan teman-teman dari berbagai latar belakang untuk berbuka bersama. Tapi tahun ini karena ada di Thailand, saya hanya bisa menikmati foto-foto teman-teman yang sedang berbuka bersama melalui jejaring sosial facebook. 

Saya pikir tahun ini bakalan berbuka di rumah saja atau sekali-sekali makan diluar. Ternyata tanggal 12 Agustus 2011 kemarin kami mendapat undangan berbuka bersama dari komunitas muslim di Khon Kaen University. Alhamdulillah…undangan itu kami sambut dengan senang hari :).

Acara berbuka ini diadakan di gedung kegiatan mahasiswa KKU. Untuk mencapai ke sana, kami cukup naik songthaew no 16 yang lewat di dekat rumah dan turun tepat di seberang gedung kegiatan mahasiswa ini. 


Sebelum acara berbuka puasa, terlebih dahulu diadakan acara seperti seminar. Ya…seminar, karena pembicara menggunakan slideshow dan berbicara didepan seperti acara seminar dan waktunya juga panjang sekali. Ketika saya dan Wira sampai disana sekitar pukul 17.30, pembicara pertama sudah mulai dan baru selesai sekitar 10 menit menjelang adzan maghrib. Benar kan seperti seminar. Apa yang dibahas? Itu juga pertanyaan saya. Karena pembicara menggunakan bahasa Thai. Ketika memasuki ruangan, saya dan Wira hanya bisa senyum-senyum saja. Beberapa kata yang saya mengerti dalam presentasi itu hanya SGOT, SGPT, Glukoneogenesis, Glukolisis dan kata-kata lain yang bukan bahasa Thai. Mungkin dia sedang membahas kebaikan berpuasa untuk tubuh kita. Ah…itu hanya kemungkinan karena ketidak mengertianku :). Pembicara kedua hanya berbicara sekitar 7 menit dan menyebut-nyebut Indonesia. Wah apa lagi nih… Entahlah 🙂 Sebelumnya Wira mendapat info bahwa kuliah akan menggunakan bahasa Inggris atau Melayu karena banyak yang berasal dari Thai selatan.

Ternyata bukan kami saja yang tidak mengerti apa yang dibicarakan. Ada 4 orang Indonesia lainnya dan 1 orang Bangladesh yang tidak mengerti apa yang dibicarakan :). Hahahahaha…ternyata ada temannya. Setelah hampir waktu berbuka, kami bertemu dengan 2 orang Indonesia (mas Agi dan mas Ongki). Mereka sedang sekolah di KKU dan baru tiba sekitar sebulan yang lalu. Ketika adzan terdengar, saya langsung bergegas menuju tempat wanita berbuka. Kata mas Agi, ada 2 orang perempuan Indonesia juga. Jadilah ketika keluar saya berusaha untuk mencari mereka. Katanya pakai baju batik, tapi saya lihat tidak ada yang pakai baju batik seperti mas-mas dan Wira. Mana muka orang-orang ini mirip Indonesia juga. Karena mereka kebanyakan dari Thailand selatan yang banyak komunitas Islamnya. Akhirnya saya menuju tempat yang hanya sedikit orang duduk. Hanya ada 4 orang duduk. Dua orang sudah ibu-ibu dan dua orang lagi mbak-mbak. 

Awalnya salah seorang mbak-mbak ini menawarkan sajian berbuka. Dan saya pun hanya mengangguk dan mengambil air putih yang disediakan panitia dan sebuah korma untuk membatalkan puasa saya hari itu. Tak lama saya mendengar si mbak-mbak itu berbicara bahasa Indonesia. Haaa…langsung saja saya tanya apakah mereka dari Indonesia dan ternyata mereka memang dari Indonesia (Jogja tepatnya). Akhirnya saya punya teman berbincang-bincang. 

Cara makan orang di Thailand ternyata mirip seperti orang di Sumatera Barat. Makan sambil duduk di lantai dengan sajian dihidangkan di depan kita. Bedanya jika di Sumatera Barat, orang duduk berhadap-hadapan di depan hidangan yang disajikan di atas kain panjang. Jika di Thailand, hidangan disajikan di atas sebuah alas (kali ini kami pakai koran, tidak tahu aslinya gimana) dan duduk melingkari alas itu. Sajian yang dihidangkan cukup untuk sekitar 5-7 orang. Pertama-tama, hanya kami bertiga yang duduk disana (saya, mbak Rom dan mbak Fitri). Dan menurut cerita mbak Rom, tradisinya disini, makanan yang disajikan harus dihabiskan oleh orang yang duduk melingkari alas makan itu. Kwakwaw…makanan yang disajikan terlalu banyak untuk kami bertiga. Tetapi menjelang makan, beberapa orang mahasiswa bergabung. Ternyata mereka sudah kenal dengan mbak Rom dan mbak Fitri sebelumnya, karena mbak-mbak ini sering berbuka di ruang komunitas muslim KKU. Beberapa orang dari mereka yang bergabung bisa berbicara bahasa Melayu, sehingga kami bisa bercakap-cakap. Atau kadang kami menggunakan bahasa Inggris. 

Makanan yang disajikan sebenarnya mirip-mirip dengan sajian di Indonesia. Ada ayam/ikan asam manis, ayam suir dan buncis ditumis dengan bumbu mirip kari, sup daging, telor dadar dan ikan gurame goreng. Semuanya enak rasanya 🙂 Dan kami berhasil menghabiskan semua. 

Kami selesai makan sekitar jam 8. Panitia langsung bergerak membersihkan aula dan mempersiapkan untuk shalat taraweh. Awalnya kami berencana untuk shalat taraweh dulu tapi kami memutuskan untuk pulang karena songthaew terakhir sekitar pukul 8. Entah bagaimana Wira berdiskusi dengan teman-temannya itu, akhirnya diputuskan kami akan diantar pulang naik motor oleh panitia acara. Dan kami pun batal shalat taraweh di sana. Shalatnya di rumah aja deh :).

Senangnya bisa pergi berbuka puasa bersama dan mendengarkan suara adzan. Sudah 2 bulan saya disini, belum pernah saya dengar suara adzan. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *