Menu makan siang kami kemarin adalah makanan khas Isan. Tempat kami tinggal sekarang, Khon Kaen, termasuk dalam wilayah Isan. Makanan yang kami makan adalah khao niao (nasi ketan), som tam (salad pepaya muda) dan ayam goreng. Seharusnya yang terakhir itu kai yang (ayam bakar), baru deh lengkap makanan khas Isan-nya.

Biasanya di Sumatera Barat, nasi ketan dimakan bersama durian, pisang goreng, sarikaya, atau tape hitam. Sedangkan khai niao di daerah Isan biasa dimakan sehari-hari bersama lauk pauk. Walaupun biasanya pasangannya seperti disebut diatas.

Salah satu makanan khas Isan yang lain adalah som tam. Ini adalah salad pepaya muda yang diserut dan dikasih berbagai bumbu. Pertama, bumbu-bumbunya diulek pake ulekan seperti untuk bikin rujak bebek. Lalu ditambahkan pepaya muda yang sudah diserut. Kadang ada tambahan lain seperti kacang tanah goreng atau kacang panjang. Ketika makan som tam bisa ditemukan empat rasa utama pada masakan Thai yaitu asam, pedas, asin khas fish sauce dan manis. Makanan ini bisa juga ditemukan di Laos dan Cambodia. Saya sudah pernah coba yang di Phnom Penh. Bedanya, disini lebih pedas. Rasanya enak dan segar. Sepertinya ini salah satu makanan yang harus dipelajari cara bikinnya :). Bila kita memesan som tam, biasanya langsung dibikin di depan kita, sehingga bisa request bila tidak ingin terlalu pedas atau yang lain-lain.

Sedangkan ayam goreng yang kemarin kami makan adalah ayam goreng tepung biasa tetapi dengan sambal khas daerah sini. Sambalnya jika dirasa-rasa agak asam, tidak terlalu pedas dengan bau daun jeruk yang harum. Sejauh ini saya belum temukan persamaan sambal ini dengan jenis sambal di Indonesia.
Hari ini kami makan ini lagi, tapi kali ini dengan kai yang. Rasa kai yang ini mirip dengan ayam bakakak yang biasa dibeli di Karawang. Maknyus rasanya 🙂 

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *