Ting…
Terdengar bunyi sms dari handphone Wira. Ketika dibaca beritanya sangat mengejutkan kami, sampai lemes rasanya. Beritanya tentang seorang teman yang sedang berkunjung ke Jerman dan paspornya hilang. Hal ini yang membuat saya ingin berbagi pengalaman tentang paspor hilang.

Terkadang tak habis pikir bagaimana di negara yang sudah maju ini bisa kehilangan barang. Itulah yang terjadi pada kami ketika dalam perjalanan liburan akhir tahun 2010. Kami kehilangan kamera, dompet saya, paspor kami dan lain-lain. Soalnya yang ilang 1 tas kamera 🙁 Kejadiannya diatas kereta Thalys yang membawa kami dari Brussels ke Köln yang notabene kereta mahal. Kami baru sadar bahwa tas itu hilang setelah kami hampir sampai Köln. Huuuuuhhhh…lemes rasanya. Pengen nangis. Semua rasa campur aduk deh. Kalo dipikir-pikir lagi, memang biasanya tas itu selalu saya pangku sepanjang perjalanan dari Berlin sampai Belgia. Tapi kali ini kami lengah dan lelah. Sehingga barang itu diletakkan di tempat barang di atas kepala dan kami tertidur sepanjang perjalanan sekitar 3 jam. Ternyata, tidak hanya kami yang kehilangan barang, menurut petugas kereta, ada beberapa laporan kehilangan saat itu. Mungkin ini yang namanya tidak rejeki kami. Total barang yang hilang sekitar 1000 €. Perlu lebih banyak bersedekah 🙂

Sampai di Köln, kami dijemput oleh teman yang sudah lebih lama tinggal di Jerman. Bersama-sama mereka, kami pergi melaporkan kepada polisi di stasiun kereta. Karena kami perlu surat polisi untuk urus paspor, visa dan kartu-kartu bank. Untung pak polisi bisa bahasa Inggris, jadi jelasinnya lumayan cepet. Kalo gak pusing deh 🙂 Setelah dari kantor polisi kami juga melapor kepada petugas lost and found. Kali aja ada yang baik hati balikin barang kami kesitu (tetap berharap :D).

Akhirnya kami menghabiskan sisa liburan kami di Bonn. Padahal rencana awalnya kami akan menghabiskan liburan kami di St. Moritz, Swiss. 

Kami kembali ke Berlin tanggal 1 Januari 2011. Sesampai di Berlin, kami mencari informasi tentang mengurus paspor yang hilang dan menemukan bermacam-macam cerita di internet.

Akhirnya kami pergi ke KBRI Berlin dan disana kami disarankan untuk menunggu beberapa hari sebelum membuat paspor baru (jika tidak ada rencana keluar negeri). Karena kadang paspor yang hilang akan dikembalikan ke KBRI. Jadilah setiap hari kami menanti-nanti jika ada kabar kalau barang kami kembali (tetap berharap :)). Kami juga lapor ke Ausländerbehörde (ABH) untuk memberitahu kalau paspor kami hilang.

Setelah menunggu sekitar 2 minggu dan tidak ada kabar berita, kami putuskan untuk membuat paspor baru, karena Wira akan berangkat ke Bergen, Norwey akhir bulan Januari. 

Proses pembuatan paspor menghabiskan waktu sekitar 2,5 jam. Itu pun karena bapak petugasnya juga harus mengerjakan sesuatu ditengah-tengah membuat paspor kami. Yang perlu dilakukan adalah mengisi formulir pembuatan paspor & berita acara. Berkas lain yang diperlukan adalah surat lapor polisi, fotokopi paspor yang hilang (kalau ada), foto ukuran biometri, anmeldebestätigung (buat yang tinggal di Jerman). Biaya pembuatan paspor hilang sebesar 40 € (kalau perpanjang paspor 20 €). Foto paspor langsung diambil saat itu juga dengan kamera digital (jadi kalo bisa pakaiannya rapi supaya foto di paspornya juga bagus). Setelah tunggu-tunggu sebentar sambil ngobrol sama atase imigrasi, paspor kami pun jadi. Alhamdulillah….

Berikutnya adalah mengurus visa. Berangkat pagi-pagi dan mengantri lagi di ABH. Visa bisa langsung dicetak ulang dan biayanya 10 €. Yang diperlukan hanya surat dari polisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *