Sering banget liat asparagus bertebaran di supermarket atau di pedagang sayuran belakangan ini. Trus ada temen yang juga posting tentang sup asparagus. Ditambah rasa penasaran bagaimana masak asparagus. Jadilah saya browsing di internet, nonton film-film di youtube, dan tanya-tanya sama temen saya tentang asparagus dan berbagai cara memasak asparagus. Setelah baca-baca dan nonton, jadi pingin bikin sedikit tulisan tentang si asparagus ini.

Asparagus adalah jenis sayuran yang banyak ditemukan pada saat musim semi (seperti sekarang ini). Makanya banyak banget bertebaran dimana-mana. Banyak dijumpai pada bulan April sampai Juni. 

Asparagus termasuk non-starchy vegetables, sehingga kalori yang dikandungnya kecil. Setiap batang asparagus memiliki sekitar 4 kalori. Tetapi walaupun rendah kalori, nutrisinya tetap banyak. Setiap sajian sekitar 150 gram memiliki kandungan serat seberat 3 gram. Asam folat yang dikandung asparagus sangat tinggi, sekitar 60% rekomendasi perhari. Asparagus juga merupakan sumber glutation yang berguna untuk proses sintesis DNA dan mencegah kanker.

Asparagus dapat digoreng, rebus, kukus, panggang, dimasak dalam microwave dan lain-lain. Lama memasak sekitar 4-8 menit tergantung cara memasak, keempukan yang diinginkan dan besar asparagus. Simpan asparagus didalam lemari pendingin setelah dicuci bersih. Untuk kualitas terbaik, gunakan asparagus 2-3 hari setelah dipetik. Sedangkan untuk menjaga kesegaran sebaiknya rendam dalam air ujung asparagus sekitar 5 cm atau dibungkus dalam paper towel yang lembab.

5 fakta tentang asparagus

  1. Asparagus tumbuh sangat cepat. Dalam kondisi yang ideal, asparagus dapat tumbuh hingga 25 cm dalam waktu 24 jam.
  2. Ada 3 tipe asparagus: hijau, putih dan ungu. Asparagus hijau adalah tipe yang paling banyak dijumpai. Sedangkan asparagus putih adalah asparagus hijau yang telah menolak cahaya saat tumbuh (white asparagus is green asparagus that has been denied light while growing). Asparagus jenis ini memiliki rasa pahit yang lebih sedikit dibandingkan dengan yang hijau. Sedangkan asparagus tipe ungu berbeda dengan asparagus tipe hijau. Asparagus tipe ini memiliki kandungan gula lebih tinggi dan serat lebih rendah dibandingkan tipe hijau.
  3. Asparagus membuat bau urin agak aneh. Ketika asparagus dicerna, akan terbentuk komponen yang mengandung sulfur. Sehingga ketika kita kencing, bau urin akan aneh. Tetapi hal ini tidak memiliki efek samping pada tubuh. Bau ini dapat mulai tercium di urin sekitar 15 menit setelah kita memakan asparagus.
  4. Asparagus adalah diuretik alamiah yang kuat. Asparagus merupakan sumber Kalium yang dan mengandung asam amino Asparagine. Kombinasi ini menyebabkan asparagus memiliki efek diuretik. Dahulu asparagus digunakan untuk mengobati penyakit yang berhubungan dengan edema seperti artritis dan rematik serta juga bermanfaat untuk mengurangi edema yang berhubungan dengan pre-menstrual syndrome.
  5. Asparagus mengandung kalium, vitamin K dan asam folat.

Selamat mencoba dan menikmati hidangan asparagus 🙂

Sumber tulisan dari sini dan sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *