Awal April 2011 ini kami mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Dresden. Ini pertama kalinya kami mengunjungi kota ini dan sangat menanti-nanti perjalanan ini. Sebenarnya ini adalah acara yang diadakan oleh DAAD untuk mahasiswa yang mendapat beasiswa ini dan keluarganya.

Acara seharusnya mulai sejak tanggal 1 April 2011 siang, tetapi karena Wira ada ujian di Norwey dan baru kembali ke Berlin pada malam hari, jadilah kami berangkat ke Dresden belakangan. Saya janjian untuk bertemu Wira dan teman-temannya di bandara Schönefeld pukul 20.30. Setelah itu kami akan naik bis ke Dresden dari bandara pukul 21.00. Perjalanan ke Dresden memakan waktu sekitar 2 jam. Hotel tempat kami menginap ternyata masih bisa dicapai dengan berjalan kaki dari tempat turun bis. Kami menginap di hotel Ibis. Sampai di hotel, kami langsung istirahat, karena besok acara dimulai dari pagi hari.

Di pagi hari setelah sarapan, kami menghadiri kuliah umum dan kuliah pilihan yang diadakan oleh DAAD. Lalu dilanjutkan dengan makan siang. Acara selanjutnya adalah tur keliling kota tua Dresden. Kami mengambil kelompok tur berbahasa Inggris. Maklum sampai sekarang, bahasa Jermannya masih terbatas :). Hari ini sangat cocok untuk jalan-jalan karena suhu yang cukup hangat (sekitar 22-24 derajat C).

Pertama-tama kami dibawa dengan bis menuju daerah kota tuanya lalu dari sana tur dilanjutkan dengan berjalan kaki. Tur dimulai dari depan Albertinum (New Masters Gallery) dan berjalan menuju Kunstakademie mit Kunsthalle. Berhenti sejenak untuk foto-foto dan mendengar cerita dari tour guide tentang kota Dresden di Brühlscher Garten ditepi sungai Elbe. Setelah itu kami jalan lagi menuju Brühlsche Terrasse. Karena baru memasuki bulan April, pohon-pohon disini baru mulai tumbuh. Terbayang indahnya jika berkunjung di musim panas. Duduk-duduk di tepi sungai Elbe sambil menikmati pemandangan. Tujuan kami selanjutnya adalah Semperoper sebelumnya kami berhenti sejenak di Augustus Bridge. Kami tidak masuk kedalam gedung-gedung tua ini karena pasti akan memakan waktu yang lebih lama lagi. Ingin rasanya jika ada kesempatan berkunjung lagi dan menikmati suasana dengan lebih santai. Dari Semperoper kami masuk ke ZwingerSambil mendengarkan cerita tour guide saya sibuk memotret bangunan-bangunan tua ini. Sayangnya karena batere iPhone saya habis dan saya lupa mengisi mobile charger saya, foto-fotonya jadi campuran antara iPhone dan pocket camera. Bangunan berikutnya yang kami kunjungi adalah Residenzschloss dan Kathedrale. Dan dilanjutkan dengan menikmati indahnya The Fürstenzug. Jika kita berjalan terus akan sampai di Frauenkirche. Setelah berhenti sejenak, kami lanjutkan perjalanan menuju Neumarkt & Altermarkt.

Kota ini sangat cantik dan layak dikunjungi. Bahkan bangunan-bangunan bersejarahnya adalah hasil renovasi setelah perang dunia ke-2 dan Dresden di bom. Salut dengan usaha pemerintahnya yang berusaha untuk melestarikan sejarahnya. Bahkan bangunan disekitar Frauenkirche dibangun berdasarkan gambar-gambar yang pernah dibuat oleh pelukis jaman dahulu kala. Saya pun tak lupa menyempatkan diri untuk mencari pin untuk tambahan koleksi saya. 

Setelah sampai di area shopping centre dekat hotel, kami diajak oleh teman DAAD (R) dari Indonesia untuk makan apartemennya. Dia & istrinya masak kambing. Mmmhhhh…yummy… Setelah kenyang dengan sajian kambing dll, kami pun berpamitan karena kami harus bersiap-siap untuk pergi ke acara makan malam yang diadakan oleh DAAD. Yuppp…kami makan lagi. Sepertinya timbangan naik selama di Dresden :).

Acara makan malam diadakan disebuah tempat yang bentuknya seperti hall. Sepertinya tempat ini sering digunakan untuk konser musik. Makanan yang disajikan bermacam-macam dan cukup enak rasanya. Memang tidak sekaya bumbu masakan Indonesia tapi tetap enak :). Acara dilanjutkan dengan disco bagi yang masih mau tinggal atau kembali ke hotel dan jalan-jalan sendiri. Kami kembali ke hotel setelah sekitar sejam melihat orang-orang berajojing dan bau mulai berubah jadi bau keringat :).

Keesokan harinya, kami kembali ke Berlin dengan menggunakan bis yang disediakan oleh panitia.

Note: foto-foto dari pocket camera-nya menyusul ya. Soalnya lagi dicari disimpan dimana foto-foto itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *