Perjalanan dari Brussel dilanjutkan dengan menggunakan kereta Thalys ke Köln. Kami akan di jemput oleh Reni dan Jujun di Köln Hbf. Perjalanan memakan waktu 3 jam. Kereta berhenti dibeberapa stasiun. Karena sudah beberapa hari dijalan, kami tertidur hampir sepanjang perjalanan. Ketika kami hampir sampai di Köln, kami baru menyadari bahwa tas kamera kami hilang. Langsung menghubungi Reni dan ketika bertemu dengan mereka, kami langsung cari kantor polisi untuk bikin laporan kehilangan.

Memang tidak rejeki, tas itu tidak pernah kembali sampai sekarang. Kami sudah ikhlas, semoga isinya bisa bermanfaat buat yang mengambil. Mungkin kami kurang bersedekah. 

Anyway…setelah lapor sana sini dan membatalkan kartu-kartu yang hilang, kami putuskan untuk tetap menikmati perjalanan kami. Malam ini kami makan malam Tekwan ala Dapur Jujun. Yummy…

Keesokan harinya kami berjalan-jalan ke pusat kota Bonn. Kota ini tidak besar dan kalau mau, bisa dijelajahi dengan jalan kaki. Dan itu yang kami lakukan, berjalan kaki menikmati keindahan kota ini. 

Apa yang bisa dilihat di kota ini? Bisa mengunjungi Beethoven Geburtshaus (rumah tempat lahir Beethoven), patung BeethovenAlter Zoll (Old Customs House), Uni Bonn, Alter Rathaus (Old Town Hall), dll. Tipikal daerah eropa, bangunan-bangunan tua terawat dengan rapi dan menjadi obyek foto yang menarik. Pusat kota menjadi tempat beraktifitas yang menarik, karena tidak ada gangguan kendaraan bermotor. Kadang ada pasar kaget yang menjual berbagai macam hal seperti buah, sayur dll. Pertokoan pun banyak di daerah ini. 

Setelah puas berjalan kaki, kami pun berhenti untuk makan malam. Pilihan kali ini adalah kebab ditempat langganan Jujun. Setelah itu kami kembali jalan untuk pulang.

Hari berikutnya, kami bangun siang, tidak terlalu banyak beraktifitas. Wira dan Jujun pergi shalat jum’at. Setelah makan siang, kami pergi keliling kota naik mobil. Dan kemudian pergi bermain kereta salju. Seru banget nih… Sayang dapet pesan cinta supaya videonya tidak dipublish, padahal kocak abis 🙂 Masa kecil kurang bahagia? gak juga sih, tapi senang aja bisa menikmati hidup 🙂 Yang paling jago si Jujun, dia udah latihan bertahun-tahun. Sebagai pemula, saya sempet ngeri juga. Tapi nagih :D. Pulangnya kami beli pizza untuk dimakan di rumah. 

Kami merayakan New Years Eve’s di apartemen keluarga Jujun karena mendadak saya terserang diare (kayaknya karena kebanyakan makan produk susu). Menikmati kembang api dari jendela apartemen cukup buat kami hari ini. Setelah itu kami pun beristirahat karena besok kami akan kembali ke Berlin.

Seharusnya perjalanan kami selanjutnya adalah ke Zurich & St. Moritz, Swiss. Apadaya, karena paspor hilang, perjalanan selanjutnya pun batal. Padahal kami sudah beli tiket pesawat dan tiket kereta. Di Swiss rencananya kami akan mengunjungi Dominica & keluarga. Dominica adalah anak AFS yang dulu sempat tinggal di Karawang dan cukup dekat dengan keluarga kami. Dominica juga sudah beberapa kali kembali ke Indonesia. Well, next time our destination will be Switzerland 🙂

Kami menggunakan kereta standar untuk perjalanan pulang ke Berlin. Ini memakan waktu sekitar 12 jam untuk sampai di Berlin. Tapi kami melihat banyak hal sepanjang perjalanan. Sampai saat ini kami sudah mencoba hampir semua jenis kereta yang ada di Jerman :).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *