Setelah 4 hari di Hamburg, perjalanan kami lanjutkan ke Amsterdam. Kali ini kami akan menginap di apartemen om Arman. Perjalanan kami ini memang cukup hemat untuk urusan akomodasi karena kami sekalian mengunjungi keluarga yang ada di Eropa. Jadi urusan tempat tinggal, aman terkendali :). 

Kami berangkat ke Amsterdam menggunakan IC (intercity). Tiket kereta sudah kami beli jauh-jauh hari. Perjalanan kami dari Hamburg Hbf ke Osnabrück (2 jam) lalu ke Amsterdam Zuid (3,5 jam). Karena kami tidak booking tempat duduk, 45 menit terakhir perjalanan ke Osnabrück kami terpaksa berdiri. Keretanya penuh sekali. Saran kami, sebaiknya beli tiket sekalian booking tempat duduk. Walaupun menambah beberapa Euro, tapi kenyamanan lebih terjamin. Karena kereta dari Hamburg telat, maka kami terpaksa menunggu sekitar 1,5 jam untuk kereta berikutnya ke Amsterdam Zuid.

Akhirnya sampai juga kami Amsterdam Zuid. Sampai disana kami cukup bingung, karena sistem tiket kereta di Amsterdam berbeda dengan ketika kami kesana (baru berubah sekitar 1 tahun). Setelah mondar mandir gak jelas, akhirnya kami menemukan caranya :). Kami membeli OV-Chipkaart. Ini adalah chipcard yang digunakan untuk sistem transportasi di Amsterdam. OV-Chipkaart ini menggunakan sistim touch and go dan bisa kita isi ulang di mesin khusus. Harga starterpack-nya 7,5 €. Kita bisa juga beli tiket yang 2 jam-an. 

Setelah mengisi OV-Chipkaart, kami pun siap untuk jalan lagi. Oow…tapi kami bingung gimana caranya supaya nyampe ke tempat om Arman di Tidorestraat. Akhirnya kami beli peta Amsterdam dan menemukan caranya :). Akhirnya kami sampai di apartemen om Arman pukul 19.30. Udah gelap nih…untung masih inget jalannya 🙂 Malam ini kami dirumah saja.

Keesokan harinya, kami santai-santai saja. Sementara Wira pergi belanja sama om Arman ke supermarket, saya mencuci baju dirumah. Setelah itu saya masak makan siang. Sekitar jam 2 kami putuskan untuk pergi ke tempat laundry untuk mengeringkan cucian kami. Tidak jauh dari apartemen om Arman ada tempat laundry ini, bisa dijangkau dengan jalan kaki. Biaya untuk mengeringkan pakaian seharga 3 €. Sedangkan kalau mencuci disana harganya 6 € dan mengeringkan 2 €.

Setelah selesai urusan cucian, kami melanjutkan perjalanan ke pusat kota. Kali ini kami putuskan untuk jalan kaki. Walau cukup pegal, tapi pemandangannya bagus. Kami banyak berhenti untuk berfoto-foto. Kami janjian untuk bertemu dengan Ilham dan Nanda di Central Station dan berjalan-jalan di pusat kota.

Setelah puas melihat-lihat Amsterdam di  malam hari, kami melanjutkan perjalanan ke rumah mbak Agnes (teman Wira kuliah di Berlin). Keluarga mbak Agnes tinggal di Diemen. Hari ini mbak Agnes masakin kita makanan Indonesia, mulai dari bakwan malang, siomai sampai bubur ayam. Kita makan sampai kekenyangan 🙂 & sampai lupa waktu, padahal kami harus mengejar tram terakhir untuk kembali ke tempat om Arman. Kami pun terbirit-birit mengejar tram. Alhamdulillah pas sampai sana pas kereta dateng. Lemes dan ngos-ngosan 🙂

Hari berikutnya kami janjian lagi dengan Ilham dan Nanda untuk pergi ke Den Haag dan Delft. Kami janjian bertemu di Diemen Zuid. Sampai disana, ternyata konter tiketnya tutup dan untuk membeli tiket, hanya bisa pakai koin. Kebayang gak kami harus membeli tiket seharga 13 €/orang dengan koin, berapa banyak koin yang harus kami sediakan. Bahkan minimarket disitu juga ogah ngasih tukeran segitu banyak. Emang ajaib nih orang Belande :). Akhirnya kami pergi ke Amsterdam Zuid dan beli tiket disana. Tiket perjalanan ke Den Haag pulang pergi seharga 12,40 €/orang (dapet diskonan). 

Di Den Haag, kami ke Den Haag Centraal dan pergi shopping (sekalian ngangetin badan, anginnya mana tahan). Maunya sih berkunjung ke tempat-tempat lain, tapi angin kencang yang berhembus, mematahkan semangat kami. Gak kuat euy, nyaris kebawa terbang saking kenceng anginnya. Kami putuskan untuk lanjut ke Delft saja. Kami shalat dan makan siang di kereta (bawa bekel).

Delft, kota kecil yang cantik ini menjadi salah satu tempat napak tilas bulan madu kami. Kami sempat mengunjungi saudara disini ketika bulan madu. Seneng jalan-jalan di daerah sini. Blue Delft jadi ciri khas tempat ini. Disini kami berkeliling dan foto-foto tentunya. Aaaahhh…jadi pengen kesana lagi 🙂 Dulu kami sempat naik keatas menara gereja, tapi kali ini kami hanya foto-foto di alun-alunnya saja. Kanal-kanal khas Belanda pun ada di kota ini.

Setelah puas kami jalan-jalan di Delft, kami kembali ke Amsterdam dan jalan-jalan sebentar di kota. Hari ini toko-toko tutup lebih cepat karena mereka akan merayakan natal besok. Kami sempat mencoba Pommes Frites dengan siraman keju…mmmhhh….yummy… Dan makan malam Burger King.

Hari keempat di Amsterdam diawali dengan bangun siang dan langsung masak buat makan siang. Menu hari ini menu andalan, daging sapi lada hitam. Sore harinya kami kembali jalan-jalan ke pusat kota. Tidak banyak yang bisa dilihat, karena kami rencananya akan ikut canal cruise. Setelah dipilih-pilih dan dilihat-lihat, kami putuskan untuk naik salah satu canal cruise yang ada. Biayanya 19 €/orang untuk trip selama 1,5 jam. Saya sangat menikmati cruise ini dan mengambil banyak sekali foto-foto. Sambil menunggu cruise kami menikmati dutch pancake di salah satu restoran. Mmmhhh…yummy…

Hari ini kami juga banyak mengambil foto-foto bangunan di Amsterdam yang miring-miring. Menurut cruise guide kami, hal itu karena pembuatan pondasi yang tidak tepat. Sayang kamera kami hilang, jadi kami tidak bisa menunjukkan gambar-gambar rumah miring itu 🙁

Malam ini, kami kembali packing dan istirahat, karena besok kami akan pergi Belgia mengunjungi Bram dan keluarganya. 

catatan:
Laundry: Medina di Javaplein.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *