Hari keenam sampai kesembilan dalam perjalanan kami dilakukan di Kuala Lumpur, Malaysia.

Maksud hati dikunjungan ke Malaysia kali ini kami akan bisa keliling ke tempat lain selain KL. Karena kami sudah jalan-jalan keliling KL tahun lalu. Tapi ternyata tidak bisa tercapai. That’s OK. Ada beberapa hal lain yang belum kami lakukan di kota ini.

Hari ini dimulai dengan janji temu dengan Najib & Tataw. Mereka adalah teman-teman Wira ketika kuliah di UNAND dulu. Najib adalah asli Malaysia sedangkan Tataw adalah teman Wira di Padang yang sedang berlibur di KL.

Setelah merancang tempat bertemu dengan Najib dan Tataw, akhirnya diputuskan untuk bertemu di daerah Bukit Bintang. Bertemu dengan Najib di Plaza Low Yat, karena ada yang perlu dibeli disana dan karena itu salah satu tempat favorit kami. Kami senang melihat aneka gadget 🙂

Dari tempat kami menginap kami berjalan kaki ke stasiun Putra (tempat kemarin kami dijemput). Ternyata tempatnya tidak terlalu dekat : (sekitar 1,5 km dan jalannya agak menanjak (ternyata lebih dekat ke stasiun Taman Melati). Dari stasiun Putra kami menuju ke stasiun Dang Wangi dan berganti MRT di Stasiun Bukit Nanas menuju Stasiun Bukit Bintang.

Setelah sempat berputar-putar sebentar, akhirnya waktu shalat Jum’at pun tiba. Saya terpaksa menunggu di The Coffee Bean & Tea Leaf. Dengan ditemani segelas Green Tea Cream favorit dan sebuah buku bacaan. Oh ya…dan juga sebuah iPod Touch favorit 🙂 Setelah selesai shalat, kami lanjutkan dengan makan bagels yang yummy dan muffin 🙂 Bagelsnya membuat kami ketagihan makan bagel setelah kembali ke Jakarta.

Perjalanan kami lanjutkan ke KLCC karena Tataw sedang berada disana bersama keluarganya. Kami ke KLCC naik MRT dari stasiun Imbi ke stasiun Hang Tuah trus berganti dengan LRT sampai Stasiun Mesjid Jamek dan berganti lagi menuju Stasiun KLCC. Ini akibat percaya pada Najib yang ternyata kurang menguasai LRT :p Kami bertemu dengan Tataw, ngobrol sejenak dan berkeliling di KLCC bareng.

Malam harinya  kami menghadiri acara keluarga. Acara pertemuan keluarga berlangsung sampai pukul 22.30. Diakhir acara ada sebuah kejadian yang menyedihkan. Oma Dalipah (dari pihak mama Wira) terjatuh dan mengalami patah tulang paha. Jadilah wisata kami berlanjut ke Ampang Hospital.

Saya bersama Nurul dan Said berhasil mencapai rumah sakit dengan petunjuk dari om Garmin melalui jalan-jalan kecil. Sementara Wira ikut bersama ambulans. Kami menunggu di depan IGD sementara Wira mengurus pendaftaran dan lain-lain. Setelah pemeriksaan, diputuskan bahwa oma harus dirawat dan dioperasi. Rencana operasi hari selasa karena dokter ortopedinya adalah dokter tamu dan hanya ada 2 kali seminggu. Setelah beres urusan oma dan rumah sakit, kami pun pulang ke Batu Cave sekitar jam 3 pagi. Dan kebagian tidur di sofa bed.

Note:
Supir taksi di KL suka tidak mau mengangkut penumpang jika jaraknya terlalu dekat menurut mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *