Hari ini hari kelima. Kami masih ada di Bangkok. Bangun pagi dengan kaki pegel-pegel yang cukup lumayan, kami pun bebenah buat berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia. Wah…barang bawaan nambah banyak nih sejak belanja di Suanlum Night Bazzaar. Untung kami sudah menyiapkan sebuah tas yang memang akan dikeluarkan ketika barang bawaan kami sudah bertambah banyak. Yang menyenangkan juga dari hotel ini adalah, mereka menyediakan timbangan šŸ˜€ Jadi ditimbang dulu deh barang bawaan kami. Jangan sampe kelebihan berat. Sebuah koper dan sebuah tas yang akan dimasukkan ke bagasi pun ditimbang dan beratnya hanya 28 kg. Wah masih cukup nih.

Pagi ini kami putuskan tidak sarapan pagi di hotel. Rencananya kami akan makan jam 11 saja, sebelum berangkat ke bandara. Berdasarkan cerita yang ditempel disamping pintu lift, Pad Thai di restaurant hotel ini adalah yang terbaik. Maka kami pun ingin makan siang di hotel, mencoba makanan terbaik mereka.

Sambil menunggu jam sebelas, kami berjalan-jalan keĀ Khaosan Street. Itu jalan Jaksa-nya Jakarta. Tempat para turisĀ backpackersĀ menginap. Memang sepanjang jalan terlihat turis-turis yang membawa koper atauĀ backpackĀ mereka. Selain itu dijalan ini tersedia berbagai toko yang menjual berbagai kebutuhan seperti baju, mini market, toko cinderamata, toko telepon, biro perjalanan, dll. Semua ada deh…

Untuk mengisi perut yang terakhir diisi sekitar pukul 6 sore hari sebelumnya, kami membeli minuman ringan tapi berat di mini market yang ada di jalan itu. Saya membeli green tea sementara Wira membeli susu coklat. Setelah berbelanja sedikit (masih bisa diselipin di tas kok belanjaanya :p) di Khaosan Street, kami melanjutkan perjalanan kembali ke hotel. Kami menyusuri jalanan yang berbeda dengan waktu kami datang. Diperjalanan ini kami melihat sebuah antrian yang sangat panjang. Antrian itu adalah antrian orang yang mau sembahyang di salah satu Wat yang ada di jalan itu. Salut saya melihat antrian itu, karena mereka antri dengan sabar supaya bisa masuk ke Wat.Ā 

Setelah menyusuri jalan di pinggir kali kecil yang berada di samping hotel, kami pun sampai kembali ke hotel dan langsung masuk ke restaurant. Oh ya, hotel ini mempunyai jalan pintas yang sangat dekat dari jalan raya. Padahal waktu kami sampai, kami harus sedikit berputar untuk mencapai hotel ini. Jalan ini hanya sebesar gang tetapi tampak asri karena pohon-pohon besar di hotel menaungi jalan ini. Oh…OK…kita lanjutkan lagi… Di restaurant kami memesan Tom Yam Gong dan The BestĀ Pad Thai. Sambil menunggu makanan terhidang, Wira mengurus masalahĀ check outĀ hotel. Makanan kami ini adalah pilihan tepat. Tom Yam Gong yang pedas dan maknyus yang walaupun makan dengan berurai airmata tetapi mau lagi mau lagi. Sementara Pad Thai-nya rasanya enak sekali. Tidak rugi kami menunggu jam makan siang untuk makan ini. Dan yang membuat makanan ini terasa sangat nikmat adalah kami tidak ragu kalau makanan ini halal šŸ™‚

Selesai makan dan menggunakan WC, kami berangkat ke Svarnabhumi. Kali ini menggunakan taksi yang disediakan hotel untuk membawa kami ke bandara. Untungnya supir taksi kali ini tidak seugal-ugalan supir semalam. Walaupun masih juga nyetir dengan gaya ndut-ndutan dan sodok sana sodok sini, makanan yang baru saja dimakan tetap berada di dalam perut dengan manisnya šŸ˜€

Yang menyebalkan di Svarnabhumi adalah timbangan mereka lebih berat 4 kg dari timbangan di hotel. Gawat nih. Naik Air Asia pula yang agak menyebalkan dengan urusan lebih berat. Akhirnya bongkaran barang dulu deh di bandara. Berhasil mengurangi hampir 2 kg barang untuk dipindahkan ke bawaan ke kabin, barang-barang pun bisa masuk dengan aman. Pfiuuuhhhh…. Ini lah alasan kami kenapa kami memilih pulang dengan menggunakan KLM. Butuh bagasi lebih banyak untuk membawa barang kami pulang nanti.

Setelah beres urusan barang dan imigrasi, kami pun mencari tempat untuk shalat. Dulu Wira pernah cerita kalau tempat shalat di Svarnabhumi ini bagus sekali. Tapi ternyata sekarang hanya sebuah ruangan yang cukup besar untuk shalat. Lumayanlah, daripada gak ada. Setelah shalat, kami berjalan-jalan sebentar di toko-toko Duty Free. Mencari pin Thailand. Karena saya belum punya pin Thailand.Ā 

Pesawat kami delay sekitar 1 jam. Jadi kami menunggu di ruang tunggu. Sementara itu, Wira mencari tempat untuk mendapatkan voucher penggunaan WiFi gratis. Mencarinya saja memakan waktu hampir 45 menit. Akhirnya hanya sempat browsing 15 menitan. Update status FB, dll. Akhirnya kami pun diperbolehkan untuk naik ke pesawat.

Karena adanya perbedaan jam, maka kami sampai di LCCT sekitar jam 7 malam. Beres urusan imigrasi dan barang, kami pun membeli tiket KLIA Transit untuk ke KL Central. Tiketnya seharga 12,5 RM/orang. Pertama kami naik shuttle terlebih dahulu sampai ke Stasiun Salak Tinggi lalu dilanjutkan naik KLIA Transit sampai KL Central. Sampai di KL Central sekitar jam 8 dan kami memutuskan untuk makan dulu. Perut terasa lapar sekali dan kami memutuskan untuk makan Burger King.Ā 

Setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan LRT Putra sampai ke Stasiun Putra di daerah Gombak. Untuk hitungan jam 9 malam, LRT ini penuh sekali karena malam ini adalah malam tahun baru. Banyak masyarakat yang menghabiskan waktunya disekitar KLCC dan Bukit Bintang. Kami akan dijemput oleh ayahnya Wira dan suami Tante Ade. di Stasiun Putra. Mereka masih keluarga dari ayah Wira. Kami akan menginap disana malam ini.

Sampailah kami di rumah Tante Ade sekitar jam setengah 11 malam. Setelah ngobrol dan makan (lagi…) kami beranjak ke kamar dan melanjutkan obrolan.Ā 

Saat itu jam sudah menunjukkan lewat tengah malam… So…Itā€™s NEW YEAR 2010…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *